Harga Kopi dan Cengkeh Anjlok, Dinas Pertanian Enrekang Usulkan 3 Gudang Penampungan ke Kementan

RIBUNENREKANG.COM, ENREKANG – Harga komoditi cengkeh dan kopi di Kabupaten Enrekang saat ini tengah anjlok drastis selama pandemi Covid-19.

Cengkeh saat ini anjlok dari Rp 80 ribu turun ke Rp 40 ribu, dan kopi turun dari kisaran harga Rp 15 ribu menjadi Rp 8 ribu per liter.

Dinas Pertanian Enrekang bakal mengambil kebijakan untuk berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian RI.https://d805eafc6f7926c24365c2a0d917beab.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Kepala Distan Enrekang, Addi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan Kementan RI agar difasilitasi pengadaan program gudang resi di Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, pihaknya telah mengusulkan tiga gudang Kementan RI yaitu satu gudang di Kecamatan Baraka, satu gudang di Kecamatan Maiwa dan satu gudang di Kecamatan Alla’.

“Kalau diterima usul kita, nanti akan ada yang ditunjuk Kementan yaitu pihak ketiga atau swasta sebagai pengelolah. Tugasnnya nanti membeli dan menampung komiditi kopi atau cengkeh jika dimungkinkan dan difasilitasi oleh pemerintah kalau diterima usulan kita. Kita sudah usul di Dirjen perkebunan,” kata Addi, Rabu (2/9/2020).

Ia menjelaskan, Kementan RI memang punya rencana Program Resi Gudang, jadi akan ada gudang resi di setiap kabupaten sentra untuk menampung produksi.

Sehingga kalau sudah ada gudang resi itu maka harga komoditi kopi atau cengkeh akan dibeli nanti oleh gudang resi dengan harga normal agar bisa menguntungkan petani.

“Karena pengelolah gudang yang nanti akan berhubungan langsung dengan pihak eksportir sehingga harganya tidak jatuh banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebenarnya cengkeh dan kopi kondisinya saat ini sama harganya anjlok.



Kenapa turun harga itu, karena tidak ada pedagang yang membeli, karena adanya Covid-19.

Sehingga eksport tidak ada, sekalipun ada jumlahnya kurang sehingga gudang-gudang pedagang itu penuh.

Sebab, selama Covid itu pengiriman barang ke luar negeri sangat kurang, jadi komoditi eksport itu sangat terdampak, karena pedagang jarang ada yang mau membeli.

Untuk itu, pihaknya akan dorong ke Kementan RI agar ada gudang yang disiapkan bisa menampung produksi Kopi dan Cengkeh ini.

“Karena sebenarnya harga pasar dunia itu tidak turun, tapi cuma memang tidak ada pengiriman ke luar selama Covid ini. Banyak pedagang tidak membeli karena tidak ada tempatnya untuk menyimpan barang,” tuturnya. (tribunenrekang.com)



Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Harga Kopi dan Cengkeh Anjlok, Dinas Pertanian Enrekang Usulkan 3 Gudang Penampungan ke Kementan, https://makassar.tribunnews.com/2020/09/02/harga-kopi-dan-cengkeh-anjlok-dinas-pertanian-enrekang-usulkan-3-gudang-penampungan-ke-kementan.
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Sudirman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *